Telemedis: Inovasi Pelayanan Kesehatan untuk Masa Depan
Saat ini sudah banyak rumah sakit yang mulai menghadirkan layanan telemedis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perkembangan pelayanan kesehatan secara jarak jauh atau telemedis ini semakin pesat karena adanya penyebaran virus COVID-19 yang membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah. Pelayanan kesehatan jarak jauh yang dimaksud di sini meliputi konsultasi kesehatan melalui layanan telepon atau pesan instan dan juga pembelian obat melalui aplikasi.
Disebutkan dalam Market Data Forecast, bahwa pasar telemedis di Negara Asia Pasifik berkembang dapat berkembang ke depan. Diperkirakan perkembangan ini dapat mencapai US$ 22.45 juta ditahun 2024. Selain itu ada laporan dari Bain & Company yang berjudul “Asia-Pasific Font-Line of Healthcare Report 2020” dikatakan bahwa lanskap perawatan kesehatan di Asia Pasifik akan berkembang dengan dua kali lipat dari negara lainnya dengan mewakili 40 persen dari pertumbuhan belanja perawatan kesehatan di dekade berikutnya.
Di Indonesia sendiri layanan telemedis menjadi salah satu layanan kesehatan yang dipilih masyarakat untuk menghindari penyebaran penyakit di masa pandemi. Saat ini di Indonesia, layanan telemedis tidak terbatas konsultasi saja melainkan meliputi teleradiologi, tele-EKG, tele-USG dan masih banyak layanan lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dengan adanya layanan telemedis ini, masyarakat tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk mengkonsultasikan keadaan kesehatan mereka. Selain itu, layanan telemedis ini dianggap menjadi salah satu pelayanan kesehatan yang praktis dan minim risiko penularan penyakit karena tidak perlu tatap muka. Dengan kata lain, layanan telemedis menjadi salah satu solusi yang disediakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan.
Meresponi kebutuhan pasar dalam layanan telemedis ini, perusahaan rintisan kesehatan pun mulai menjamur khususnya di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Halodoc, Alodokter, SehatQ, KlikDokter dan masih banyak lagi. Setiap dari perusahaan rintisan kesehatan berlomba-lomba menyediakan layanan telemedis yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai jawaban atas kebutuhan terkait kesehatan di masa-masa seperti ini.
Melihat pertumbuhan layanan telemedis saat ini tentunya menimbulkan harapan ke depan layanan telemedis bisa lebih berkembang serta menjadi salah satu layanan kesehatan yang terus berinovasi. McKinsey Indonesia telah melakukan survei terkait minat masyarakat terkait layanan telemedis, sebanyak 66 persen mengatakan bahwa mereka sangat berminat untuk menggunakan layanan telemedis ke depan untuk konsultasi kebutuhan kesehatan mereka.
Walaupun layanan telemedis berkembang pesat, perlu juga adanya edukasi terhadap masyarakat bahwa layanan telemedis juga masih memiliki kekurangan di mana belum bisa mengakomodir kebutuhan menyangkut masalah kesehatan serius. Untuk kasus penyakit serius, konsultasi tatap muka atau pemeriksaan fisik tentu tetap perlu dilakukan untuk memutuskan penanganan yang terbaik.
Setelah mengetahui perkembangan pesat dalam layanan telemedis di Indonesia, menurut Anda saat ini apa yang masih perlu ditingkatkan dalam layanan telemedis yang ada?