Startup India Ini Disebut-sebut Bisa Bantu Indonesia Selesaikan Masalah Sampah!
Ilustrasi oleh Disrupto
Hingga kini, masalah sampah di Indonesia masih menjadi polemik. Para praktisi menyatakan bahwa belum ada satu sistem yang terintegrasi dan efektif untuk menyelesaikan berbagai masalah sampah, utamanya yang ada di kota-kota besar. Bahayanya jika tidak diselesaikan, sampah dapat jadi sumber masalah lain seperti kesehatan, hingga kekurangan bahan pangan, dan air. Melihat permasalahan sampah di Indonesia ini, terdapat tiga startup dari India yang merupakan bagian dari UpLink. Uplink adalah sebuah platform yang mempertemukan para pengguna digital untuk berpartisipasi dalam program-program sustainability secara global. Ketiga startup tersebut juga diketahui telah menjalin kerja sama dengan Indonesia National Action Plastic Partnership dan Ocean Plastic Prevention Accelerator.
Kabadiwalla Connect
Dirancang untuk mempertemukan para pengumpul sampah formal dan informal, Kabadiwalla Connect memanfatkan teknologi ICT dan IoT untuk mengumpulkan sampah dari kedua pihak tersebut. Kabadiwalla memetakan daerah-daerah yang memiliki pengumpul sampah baik individu atau institusi kemudian memberikan datanya kepada para pembuat kebijakan di bidang limbah. Dengan demikian, sampah-sampah yang dikumpulkan dapat lebih mudah diolah untuk dipilah dan didaur ulang. Startup ini berencana untuk memetakan 100 kota di dunia dalam waktu 5 tahun ke depan.
Sudah diuji coba di India, Kabadiwalla Connect dapat membantu para pengumpul sampah informal (pemulung) untuk mendapatkan keuntungan yang adil. Cara ini juga dapat menghindari sampah berakhir di TPA karena dapat langsung didistribusikan ke pihak yang mendaur ulang.
The Kabadiwalla
Dengan nama yang serupa, terdapat pula startup bernama The Kabadiwalla dengan fokus yang serupa. Bedanya, The Kabadiwalla menggunakan aplikasi untuk menghubungkan pengguna pada institusi daur ulang. Para pengguna akan mendapatkan imbalan atas sampah yang dikumpulkan dan diantarkan ke institusi daur ulang. Hingga saat ini, terhitung sudah lebih dari 2000 ton sampah yang didaur ulang. Meskipun sekarang ini baru beroperasi di 5 kota di India, aplikasi tersebut dapat menjadi percontohan untuk Indonesia dalam mengolah sampah.
TrashCon
Menciptakan mesin pemisah yang disebut Trashbot, TrashCon merupakan startup yang fokus pada pemilahan sampah makanan, plastik, dan benda mengandung logam. Trashbot diketahui memiliki tingkat efisiensi hingga 85% dalam melakukan pemisahan sampah. Selain itu, berbagai sampah yang telah dipisahkan juga diwujudkan dalam bentuk lain agar dapat memiliki nilai kembali. Berbagai jenis produk plastik telah diubah menjadi bahan padat yang dapat dijadikan furnitur dan lainnya.