Indonesia Sumbang Bahan Makanan Untuk Astronot Mancanegara
Ilustrasi oleh Disrupto
Profesi antariksawan menjadi cita-cita yang banyak orang idamkan sejak kecil. Tidak dapat dipungkiri, menjelajahi luar angkasa menjadi pekerjaan yang menarik perhatian. Namun, hanya segelintir orang yang bisa mewujudkannya. Kehidupan di luar angkasa juga terbilang tidak mudah. Bentuk fisik yang unggul dan kemampuan tinggi belum cukup. Para antariksawan juga harus bisa menyesuaikan pola makan dengan aturan yang berlaku selama berada di luar Bumi. Tingkat gravitasi yang berbeda antara Bumi dan luar angkasa jadi kesulitan antariksawan yang sering dialami.
Konsumsi Makanan yang Berkualitas
Untuk memungkinkan para antariksawan hidup di luar angkasa, para ilmuwan harus mencari cara khusus untuk mengemas pasokan makanan yang akan dikonsumsi. Pasokan makanan yang disediakan harus memenuhi sejumlah kriteria makanan yang layak untuk dikonsumsi saat berada di luar angkasa. Para antariksawan diwajibkan mengonsumsi bahan makanan yang bergizi dan mudah dicerna. Makanan luar angkasa pertama berbentuk lunak layaknya makanan bayi yang disiapkan ke dalam tabung menyerupai pasta gigi. John Glenn adalah orang Amerika pertama yang makan di luar angkasa. Selama lima jam penerbangannya, ia menguji tabung berisi apel yang dihaluskan. Hasilnya dia berhasil membuktikan bahwa manusia bisa menelan dan mencerna makanan di luar angkasa.
Sumber foto: Pixabay
Indonesia Punya Andil
Indonesia sendiri memiliki kontribusi sebagai pemasok bahan makanan antariksawan. Indonesia memiliki perusahaan rintisan mikrobiologi yang menjadi pemasok kebutuhan pangan para antariksawan Amerika Serikat yakni PT. Algaepark Indonesia Mandiri. Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri mikrobiologi dengan teknologi budidaya dan pemanfaatan microalgae (ganggang). Perusahan ini berada di Klaten, Jawa Tengah tepatnya di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo.
Memenuhi Syarat
Pt Algaepark Indonesia Mandiri memproduksi alga air tawar sebagai bahan makanannya. Berbeda dari cara biasa, alga air tawar ini diproses dengan metode khusus. Alga tersebut akan dikeringkan hingga bentuknya menjadi semacam serbuk. Kemudian serbuk tersebut menjadi bahan kapsul super food. Bentuk makanannya mungkin terlihat sederhana tapi tetap bernutrisi. Riset WHO menyatakan bahwa 1 gram mikroalga setara dengan 1 kg nutrisi buah dan sayuran. Para antariksawan cukup memakan dua butir kapsul per hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Selain untuk antariksawan, Algaepark juga menjadi pemasok bahan makanan tentara Amerika dan Rusia.