Masker Ramah Lingkungan Ini Bisa Didaur Ulang

Ilustrasi oleh Disrupto

Ilustrasi oleh Disrupto

Sejak pandemi, masker jadi salah satu senjata kita menghadapi krisis kesehatan. Sayangnya, masker berbahan kain yang bisa dicuci sudah tidak lagi dianjurkan untuk dipakai karena tidak memenuhi standar kesehatan. Namun, masker sekali pakai juga menimbulkan bahaya lain yaitu kerusakan lingkungan di mana baru bisa terdegradasi ratusan tahun. Beruntungnya, kini kreasi masker ramah lingkungan terus dikembangkan. Salah satunya adalah Masuki, masker ramah lingkungan yang diciptakan oleh supermodel asal Rusia bernama Natalia Vondianova. 

Terinspirasi dari Jepang, dibuat di UK

Pengembangan Masuku ternyata sudah dimulai sejak empat tahun lalu, sebelum pandemi. Natalia terinspirasi dari budaya orang Jepang yang sudah terbiasa menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terserang virus. Masuku sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti masker. Saat itu, ia berpikir untuk membuat sebuah masker yang dapat membantu para penggunanya menghirup udara yang lebih bersih dengan memakai masker. Gagasan tersebut pun dibawa ke perusahaan desain yang berbasis di Berlin dan London dan akhirnya bekerja sama untuk memulai produksi.

Photo courtesy of Masuku

Photo courtesy of Masuku

Terbuat dari bahan organik dengan teknologi canggih

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Masuku berasal dari bahan polymer yang didaur ulang dan dibuat dengan teknologi nano-filtration. Maka, serat yang digunakan 1000 kali lebih tipis dari rambut manusia. Sementara itu, bagian luar masker tidak menggunakan lem atau benang jahit tapi las ultrasonik. Bahkan, tali pengaitnya juga berasal dari bahan-bahan daur ulang. Tim Masuku juga sedang dalam proses membuat masker sekali pakai dengan bahan 100% organik yang dapat terurai secara alami di air dan tanah dalam hitungan minggu. 

Pengguna tetap dapat bernapas dengan baik

Tidak seperti masker biasa yang membuat para pengguna sulit bernapas, Masuku dirancang dengan metode nano-fibre filtration yang menggunakan proses electrospinning. Proses inilah yang membuat serat menjadi sangat halus sehingga tidak menghalangi udara yang dihirup dan dihembuskan. 

Previous
Previous

Beauty Filter Berbahaya Bagi Perempuan?

Next
Next

Piotr Jakubowski: Nafas Baru Untuk Masyarakat Urban