Maksimalisasi Bisnis ke dalam Dunia Digital, WIR Group dan Salim Group Bentuk Perusahaan Kembangkan Metaverse

Ilustrasi oleh Disrupto

Datangnya era internet 3.0 membuat banyak perusahaan harus mulai beradaptasi dan mempersiapkan bisnisnya demi menghadapi perkembangan zaman. Metaverse disebut sebagai bentuk baru kehidupan manusia di masa depan. Dikarenakan hal tersebut, banyak perusahaan yang memulai mengkonversi bisnisnya ke dalam dunia digital tersebut. Di Indonesia sendiri, istilah metaverse sudah jamak kita temui. Salah satu perusahaan pelopor di bidang metaverse di Indonesia adalah WIR Group. Pelopor perusahaan teknologi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) di Asia Tenggara tersebut kini sedang mengembangkan proyek terbesarnya yaitu platform metaverse dengan kearifan lokal Indonesia yang dinamakan “Nusameta”. Dalam pengembangannya, WIR Group telah bekerjasama dengan banyak perusahaan dalam berbagai bidang dari perbankan, edukasi, dan baru-baru ini WIR Group telah bekerjasama dengan perusahaan konglomerasi Salim Group. 

Joint Venture

WIR Group telah membentuk joint venture bersama Salim Group untuk mengembangkan platform metaverse guna memastikan jaringan bisnisnya tetap terdepan dan kompetitif. Perusahaan joint venture ini dibentuk dengan tujuan untuk mendorong kemajuan platform metaverse di Indonesia. Joint Venture ini memiliki nilai transaksi sebesar Rp 10 miliar. Di mana, masing-masing bagian kepemilikan WIR Group Rp 5,1 miliar (51 persen) dan Salim Group Rp 4,9 miliar (49 persen). Menurut Executive Director Salim Group, Axton Salim, tantangan bisnis di era digital bukan hanya menuntut adanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul, namun juga dukungan teknologi tinggi untuk mampu bersaing di kancah domestik maupun global. Kedepannya, metaverse tidak hanya membuat bisnis menjadi lebih efisien dan efektif, tetapi juga menghadirkan peluang-peluang baru.

Previous
Previous

Apakah The Age of Ultron telah Tiba? Tesla Perkenalkan Robot Humanoid-nya “Optimus”

Next
Next

Solusi “Zaman Batu” dari Greenpeace Efektif Melawan Industri Perikanan Destruktif