Eat Just Hadirkan Produk Hewani Yang Bukan Dari Hewan. Bingung?

D-Journal-105-Eat Just-01.jpg

Produk hewani atau daging yang biasa dikonsumsi tanpa kita sadari dapat menimbulkan berbagai macam kerusakan lingkungan. Mulai dari pencemaran udara, air, maupun tanah. Faktanya, produksi daging ternyata selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan hutan hujan tropis. Oleh sebab itu, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat, Eat Just, memberikan solusi untuk menekan angka produksi pangan hewani. Solusi tersebut adalah dengan memasarkan alternatif protein hewani untuk produk telur dan daging dengan mengaplikasikan metode kultur sel. Metode ini merupakan proses penghilangan atau perpindahan sel dari manusia, hewan, atau tanaman ke dalam medium yang dapat menumbuhkan sel tersebut.

Josh Tetrick, salah satu founder dan CEO Eat Just, menyatakan bahwa proses persetujuan produknya memakan waktu dua tahun. Ia menjelaskan bahwa Eat Just menawarkan produk hewani tanpa harus menyembelih hewan sehingga sebenarnya dapat mengatasi kerusakan lingkungan serta mencegah terjadinya krisis kesehatan global termasuk pandemi. 

Eat Just merupakan pionir dalam bisnis pembuatan protein alternatif. Pemasarannya di Singapura diikuti oleh adanya penjualan komersial daging hasil kultur sel pertama di dunia yang berhasil dilakukan oleh salah satu restoran Singapura, 1880. Tidak heran pemerintah Singapura menjadi instansi pertama di dunia yang memberikan persetujuan atas daging hasil budidaya tersebut. Daging yang dihasilkan secara ilmiah diproduksi dengan kultur sel-sel hewan secara in vitro di laboratorium. Alasan perusahaan yang berbasis di San Fransisco ini memilih Singapura ialah karena perilaku konsumen di negara tersebut yang diyakini memiliki pemikiran terbuka. Mereka memikirkan tentang bagaimana cara agar makanan menjadi lebih baik tanpa menciptakan kerusakan lingkungan. Kini, produk Eat Just yakni Chicken Bites pun sudah mulai dipasarkan di sana. Produk ini menggunakan kultur sel ayam yang dikembangan di dalam laboratorium. 

Photo courtesy of Eat Just

Photo courtesy of Eat Just

Pada Tahun 2011 Eat Just mengeluarkan produk Just Egg yang merupakan telur orak-arik bebas kolesterol dengan bahan utama kacang hijau. Sejak pertama kali dipasarkan di AS pada 2019, produk Just Egg yang terjual berjumlah setara dengan 80 juta telur ayam. Tentu saja hal ini sangat membawa dampak positif bagi lingkungan sebab untuk memproduksi 80 juta telur ayam diperlukan 1,48 miliar galon air dan 2.435 hektar tanah untuk membuat peternakan. Jadi, hampir 6 juta kilogram karbon emisi yang dihabiskan untuk memasarkannya. Ke depannya, produk-produk hasil kultur sel dari Just Eat diharapkan semakin berkembang dan dipasarkan lebih luas ke negara-negara lain di seluruh dunia. 

Previous
Previous

Teknologi VFX De-Aging Buat Wajah Aktor Kembali Muda

Next
Next

Pemanasan Global Kurangi Jumlah Ikan Di Laut. Kenapa?