Cegah Krisis Iklim, NASA Dan ESA Pantau Bumi Dari Luar Angkasa
Ilustrasi oleh Disrupto
Perlu kita akui bahwa krisis iklim sudah di depan mata dan menjadi isu global. Jika aksi-aksi signifikan tidak dilakukan dari sekarang, manusia bisa mengalami bencana yang bukannya tidak mungkin membuat kita tak lagi bisa hidup dengan nyaman di bumi. Melihat adanya kedaruratan untuk melakukan upaya pencegahan, NASA dan European Space Agency (ESA) memutuskan untuk bekerja sama mencari solusi untuk merespon isu krisis iklim.
Tujuan Kolaborasi NASA Dan ESA
Kolaborasi yang digagas oleh NASA dan ESA berporos pada kegiatan ilmiah antariksa yang bertujuan untuk mengamati perubahan yang terjadi di bumi. Mulai dari observasi, riset hingga implementasi sains, dilakukan bersama secara kolaboratif dengan satelit Earth-observing yang dimiliki keduanya . Setelah menandatangani dokumen kesepakatan, kedua instansi memastikan adanya observasi bumi yang berkelanjutan untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh tentang bagaimana sistem Bumi bekerja, proses perubahan iklim, serta penerapan yang diperlukan untuk memperbaiki situasi di bumi. Kolaborasi ini juga membuka peluang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang penemuan, informasi dan berbagai data yang telah diolah dalam kerja sama ini.
Image courtesy of Pixabay
NASA Administrator, Bill Nelson mengungkapkan bahwa kerja sama NASA dan ESA tersebut sekaligus menciptakan standar untuk kolaborasi global di masa depan yang berkaitan dengan isu lingkungan. Jadi, berbagai pihak yang ingin melakukan tindakan nyata untuk mencegah terjadinya krisis lingkungan dapat berporos pada penemuan-penemuan ilmiah tersebut. Harapannya adalah semakin banyak orang yang terlibat dan berupaya untuk merencanakan mitigasi bencana atau perubahan iklim yang berpotensi terjadi di masa depan.
Earth System Observatory Milik NASA
Image courtesy of NASA
Sebelumnya, NASA telah memiliki Earth System Observatory di mana menyimpan informasi yang berhubungan dengan perubahan iklim, mitigasi bencana, dan berbagai solusi untuk mengatasi kebakaran hutan serta masalah di industri pertanian. Dengan adanya kolaborasi NASA dan ESA, informasi di dalam Earth System Observatory tersebut juga akan semakin lengkap. Upaya mitigasi bencana akibat krisis iklim tidaklah dapat berlangsung dengan baik tanpa observasi dan riset yang mendalam dan menyeluruh. Meskipun NASA telah memiliki 24 satelit dan instrumen untuk mengamati perubahan yang terjadi di sebuah planet, tapi dengan perspektif tambahan dari ESA seluruh penelitian akan lebih kaya informasi.
Kerja Sama Lain Antara NASA Dan ESA
NASA dan ESA tidak hanya bekerja sama saat ini saja. Di tahun 2020 misalnya, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), NASA, dan berbagai instansi Eropa termasuk ESA telah merilis satelit Sentinel-6 Michael Freilich yang bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai ukuran permukaan laut secara global dan bagaimana permukaan laut bisa meningkat diakibatkan oleh perubahan iklim. Misi mereka dengan peluncuran satelit tersebut termasuk untuk mengumpulkan data suhu udara atmosfer dan kelembaban yang dapat mengembangkan sistem ramalan cuaca dan iklim.