Arzalia Khairunnisa Yasmine: Dorong Masyarakat Buang Sampah Dengan Benar
Ilustrasi oleh Disrupto
Seperti yang kita tahu, generasi muda saat ini bisa dikatakan lebih sensitif terhadap isu-isu lingkungan karena mereka hidup di masa lingkungan sudah semakin rusak. Begitu pula dengan Arzalia Khairunnisa Yasmine dan 5 teman dalam satu Aivative Team yang merupakan talenta garapan program Bangkit. Dalam satu tim tersebut, mereka berasal dari universitas yang berbeda-beda. Aditya Davin Pradana dari UIN Sunan Kalijaga; Leonardo Kriswanto Saputra, Radya Amirur Rahman dan Eva Agustine dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember; serta Yosia Agustadewa dan Arzalia Khairunnisa Yasmine dari Universitas Udayana.
Proyek akhir yang mereka kembangkan pun berasal dari keresahan akan penumpukan sampah di sekitar rumah yang berhari-hari tidak diangkut. Setelah melakukan pengamatan lebih jauh ternyata persoalan ini diakibatkan oleh penjadwalan sampah yang berantakan. Terlebih dari itu, Arzalia mengakui bahwa ia dan teman-teman melihat masih banyak masyarakat yang menganggap enteng persoalan sampah. Hingga akhirnya mereka mencoba memanfaatkan teknologi untuk mengurai permasalahan sampah tersebut. Mereka yang mengasah kemampuan di bidang berbeda menggabungkan keahlian machine learning, cloud computing dan Android mobile development untuk membuat aplikasi Buangin.
Buangin terdiri dari dua aplikasi dan satu produk IoT. Aplikasi pertama disebut Buangin Wastecare yang ditujukan untuk para pengguna untuk dapat memilah sampah ke tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan beracun dengan akurasi 96% deep AI learning model. Sementara itu, aplikasi kedua diberi nama Buangin Garbo yang dirancang untuk petugas TPS sehingga mereka dapat mengatur penjadwalan pengambilan sampah lebih efektif.
Terakhir, produk IoT Buangin adalah Smartbin yang merupakan tempat sampah pintar dengan sensor ultrasonik yang dapat memberitahu status tempat sampah di lokasi tertentu apakah sudah penuh atau belum. Jika status sudah penuh maka petugas dapat langsung ke lokasi Smartbin terdekat untuk mengangkut sampah.
“Dengan teknologi, berbagai masalah yang dulu tidak terbayang dapat diselesaikan kini ada solusinya. Teknologi dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan efisien serta memberikan dampak baik pada berbagai tatanan kehidupan. Buktinya dengan teknologi masalah pengambilan sampah dapat dicari solusinya”, jelas Arzalia. Ia pun menjelaskan bahwa Buangin memiliki visi untuk mewujudkan konsep kota pintar di mana dibutuhkan kontribusi seluruh lapisan masyarakat. Keberadaan Buangin diharapkan dapat mendorong masyarakat dan petugas sampah dapat lebih peduli pada pengelolaan sampah. Jadi, kebiasaan buruk seperti membakar sampah, yang diakibatkan oleh penumpukan sampah, bisa dicegah.
Arzalia meneruskan, “Kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli sehingga kita dapat membentuk smart citizen (masyarakat pintar) dan smart officer (petugas pintar). Kehadiran Buangin diharapkan bisa jadi kontribusi dalam membangun sistem kota pintar yang efektif sehingga nantinya sistem-sistem selain aspek lingkungan dapat turut terbentuk.” Masih dalam semangat yang serupa, Arzalia juga mengungkapkan harapannya untuk dapat melakukan eksplorasi teknologi lebih jauh. Terutama teknologi yang dapat memberikan perubahan di berbagai bidang. Menurutnya, di masa modern ini banyak masalah yang kita hadapi dapat diselesaikan dengan teknologi. Semua terasa memungkinkan.