Apakah Lubang Hitam Terbukti Ada?
Ilustrasi oleh Disrupto
Lubang hitam atau black hole selama ini masih menjadi misteri. Para ilmuwan percaya lubang hitam adalah objek antariksa yang memiliki gravitasi sangat kuat sehingga dapat menarik apapun yang ada di sekitarnya tanpa dapat keluar. Objek yang juga bagian dari ruang waktu ini bahkan tidak dapat meloloskan cahaya sedikit pun. Jumlahnya di luar angkasa juga amat banyak. Ini tentu saja dapat berbahaya untuk pesawat luar angkasa yang mendekatinya. Tapi sejumlah fisikawan meneliti bahwa lubang hitam dapat menguap seiring berjalannya waktu. Apakah benar?
Teori Lubang Hitam Stephen Hawking
Salah satu teori tentang lubang hitam yang sudah ada dari puluhan tahun lalu adalah teori unggahan Stephen Hawking. Ia menyatakan bahwa luas permukaan lubang hitam tidak dapat berkurang seiring waktu. Sejalan dengan teori gravitasi, Stephen Hawking percaya bahwa lubang hitam tidak dapat mengecil karena benda yang terisap ke dalam tidak dapat keluar. Ini menjadi kontradiksi dengan penelitian yang dilakukan oleh fisikawan lainnya. Semua teori yang dibuat diuji berdasarkan prinsip matematika saja. Oleh karena itu untuk memastikan mana yang sesuai dengan kenyataan, para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melakukan studi lebih mendalam.
Image courtesy of LIGO
Pengujian Dengan Sinyal Gelombang Gravitasi
Pada tahun 2019, para peneliti tersebut mengembangkan teknik untuk mengetahui bagaimana dua lubang hitam bersatu dan membentuk satu lubang hitam baru. Terciptalah sebuah simulasi komputer yang dapat menunjukkan secara nyata dua lubang hitam yang bersatu dan menciptakan sinyal gelombang gravitasi. Sinyal ini dinamakan GW150914. Sinyal gelombang gravitasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para peneliti untuk menguji teori Stephen Hawking tentang teori bahwa lubang hitam tidak bisa mengecil.
Setelah menganalisis ulang sinyal gelombang gravitasi yang telah didapatkan, para membandingkan jumlah luas area dua lubang hitam sebelum bergabung jadi satu lubang hitam baru. Ternyata penelitian tersebut menunjukkan tidak berkurangnya total area. Sebaliknya, data yang ditunjukkan gelombang gravitasi justru sebaliknya: total area meluas. Studi ini juga dinyatakan bukan sebagai akhir dari penelitian, melainkan awal penelitian baru. Para peneliti berencana untuk memanfaatkan kembali sinyal gelombang gravitasi untuk menguji lebih dalam teorema Stephen Hawkings serta proposisi tentang lubang hitam lainnya.