WhatsApp Tunda Aktivasi Privacy Policy

D-Journal-97-WhatsApp Privacy-01.jpg

Jika Anda adalah pengguna WhatsApp, belakangan pasti menyadari terdapat ketentuan yang diperbarui oleh layanan chat yang diakuisisi Facebook tersebut. Privacy Policy teranyar yang dikeluarkan oleh WhatsApp menyatakan bahwa data para pengguna WhatsApp kini akan dibagikan ke anak perusahaan Facebook lainnya. Data yang akan dibagikan termasuk lokasi, alamat IP komputer atau handphone, model handphone, bahasa, zona waktu, hingga IMEI. 

Kebijakan privasi tersebut diperkirakan menjadi langkah Facebook Group untuk mengembangkan analisis perilaku pengguna. Kemungkinan besar ini dibutuhkan untuk menciptakan fitur-fitur baru yang lebih inovatif. Seperti yang diungkapkan juga oleh Will Cathcart selaku WhatsApp Head, “Kebijakan privasi terbaru WhatsApp ditujukan untuk mengembeangkan fitur people-to-business. Tanpa adanya intervensi privasi komunikasi antar pengguna. Dengan adanya sistem end-to-end encryption (E2E), pesan yang diterima atau dikirim akan tetap tidak dapat ditembus. Oleh Facebook sekalipun.”

Kebijakan privasi terbaru WhatsApp ditujukan untuk mengembeangkan fitur people-to-business. Tanpa adanya intervensi privasi komunikasi antar pengguna. Dengan adanya sistem end-to-end encryption (E2E), pesan yang diterima atau dikirim akan tetap tidak dapat ditembus. Oleh Facebook sekalipun.

Di samping itu, untuk meningkatkan ketepatan analisa, nantinya WhatsApp juga akan menggali informasi yang lebih antropologis. Ini termasuk bagaimana cara kita menulis teks di WhatsApp, cara berkomunikasi lewat telepon, grup-grup yang kita ikuti, foto profil, waktu terakhir online dan juga status. Bahkan WhatsApp juga telah memisahkan bagian “Transaction and Payments data” di mana nantinya setiap proses pembayaran dilakukan di dalam aplikasi akan ada informasi tambahan yang diminta. 

Pengaturan baru tersebut tentunya dinilai tidak konsisten dengan prinsip yang dipegang oleh aplikasi yang telah diakuisisi oleh Facebook sejak 2014 ini. Di awal, misi WhatsApp adalah untuk menjaga privasi para pengguna dan tidak melakukan ekstraksi informasi. Kontradiksi dan berbagai kecaman pun menyudutkan pihak WhatsApp. Situasi bertambah panas ketika Elon Musk angkat bicara dan menyarankan para pengguna untuk lebih baik tidak lagi menggunakan aplikasi tersebut. Akhirnya, penundaan kebijakan pun dilakukan oleh pihak WhatsApp.

Sebelumnya, WhatsApp mengumumkan untuk mengaktifkan kebijakan privasi pada 8 Februari mendatang. Kini WhatsApp memberikan waktu lebih panjang hingga 15 Mei untuk para penggunannya meninjau kembali. Pihak WhatsApp pun menegaskan bahwa segala perubahan privasi pada dasarnya fokus pada fitur bisnis saja. Meskipun begitu, para pengguna sekarang memiliki waktu untuk mempertimbangkan apakah akan tetap menggunakan aplikasi WhatsApp atau meninggalkannya.

Previous
Previous

Kenapa Tidak Ada iPhone 9?

Next
Next

Vaksinasi: Kesempatan Atau Tantangan?