Aplikasi Saham Di Indonesia Melonjak Saat Pandemi, Kenapa?

Ilustrasi oleh Disrupto

Ilustrasi oleh Disrupto

Akibat pembatasan aktivitas selama pandemi, berbagai industri berupaya mengembangkan produk dan jasa dengan memanfaatkan teknologi internet. Tidak terkecuali industri keuangan termasuk perusahaan-perusahaan sekuritas. Salah satu upaya adaptasi adalah dengan menyediakan layanan untuk calon nasabah secara daring tanpa proses tatap muka seperti pembukaan akun menggunakan aplikasi. Hal ini memunculkan banyaknya aplikasi trading saham yang mencoba peruntungan sebagai bentuk dari antisipasi perubahan perilaku yang terjadi di investor pasar modal Indonesia.

Menurut Tirta Prayudha, CEO & Co-founder Big Alpha, terdapat beberapa faktor lain yang mendorong tren aplikasi saham di Indonesia. “Pada dasarnya adalah karena perubahan perilaku masyarakat Indonesia di mana ketika WFH (work from home) masyarakat harus membatasi aktivitas di luar rumah sehingga banyak orang yang merasa punya waktu dan dana lebih. Akhirnya mencoba peruntungan dengan melakukan online trading, termasuk di pasar modal.”

Selain itu faktor media sosial juga berpengaruh. Banyak orang serta akun-akun komunitas yang terlihat menunjukkan keuntungan tentang bermain saham hingga membuat pengguna media sosial lain tertarik untuk coba-coba. Seakan timbul peer pressure di media sosial yang menggerakan minat masyarakat. 

Photo by Liza Summer from Pexels

Photo by Liza Summer from Pexels

Tirta juga menyatakan bahwa meningkatnya ketertarikan masyarakat pada investasi saham tentu memiliki dampak positif yaitu semakin bertambahnya investor lokal yang terjun ke bursa saham Indonesia berkat proses yang lebih mudah. Situasi ini adalah sesuatu yang sebenarnya kita sudah harapkan dari dulu, agar semakin banyak orang Indonesia (terutama generasi muda) yang mengerti dan berinvestasi di pasar modal dalam negeri. Mimpi besar negeri ini adalah agar investor Indonesia bisa menjadi tuan rumah di bursa lokal sehingga pasar modal dalam negeri tidak terlalu terpengaruh hot money dari luar.

Tapi di sisi lain, risikonya juga bertambah. Faktanya, terjun ke pasar modal tanpa edukasi dan pengetahuan yang cukup juga tidak bijak untuk dilakukan. Banyak yang sangat fokus terhadap potensi keuntungan tanpa sadar risiko yang membayanginya. Sayangnya, konten yang banyak disebarkan di media sosial juga sebagian besar hanya berfokus kepada keuntungan uang saja. Masih sedikit sekali yang membahas risikonya. Bahayanya adalah ketika para investor baru ini mengalami kerugian di pasar, nama ‘investasi saham’ yang akan menjadi buruk. Padahal masalah tersebut bisa timbul disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap instrumen investasi. 

Oleh karena itu, untuk mengetahui aplikasi saham bisa dipercaya atau tidak, calon pengguna aplikasi saham (investor) dapat menerapkan sistem professional scepticism. Perbanyak referensi dan rajin mencari tahu. Contohnya dengan mencari tahu asal aplikasi tersebut dan orang-orang di belakangnya serta apakah aplikasi sudah terdaftar di otoritas terkait. Dengan melakukan hal tersebut, paling tidak investor bisa sedikit terlindungi karena perusahaan tersebut akan diawasi oleh lembaga dari pemerintah. Big Alpha, contohnya, dapat menjadi salah satu sumber mencari tahu lebih banyak mengenai aplikasi online trading yang cocok digunakan oleh pemula. Termasuk di dalamnya  juga in-depth articles agar investor bisa semakin teredukasi dengan analisa emiten-emiten di pasar modal. 

Sebaliknya, jika tertarik untuk memulai startup aplikasi saham, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendaftarkan diri terlebih dahulu ke otoritas terkait agar legalitas operasional lebih terjamin. Rasa aman bertransaksi adalah hal yang paling utama bagi para calon investor atau pengguna aplikasi saham tersebut. Selain itu, UI/UX juga menjadi faktor penting. Saat ini masih banyak aplikasi trading saham yang sering mengalami gangguan ketika digunakan. Faktor kemudahan untuk melakukan deposit/withdrawal juga penting karena akan menjadi insentif bagi investor pemula untuk mencoba aplikasi tersebut. Singkatnya, sebuah aplikasi saham yang mumpuni harus menawarkan keamanan, kenyamanan dan kemudahan.

Previous
Previous

Rafa Jafar: Selamatkan Bumi Dari Sampah Elektronik

Next
Next

Hindari Sampah Antariksa, Jepang Kembangkan Satelit Kayu