Olafur Eliasson Hadirkan Matahari di Dalam Rumah
Seniman Denmark-Islandia Olafur Eliasson yang dikenal sering menggunakan elemen-elemen alam dalam karyanya kembali menghadirkan karya terbaru yang lagi-lagi mengangkat isu kesadaran terhadap alam dan perubahan iklim. Namun kali ini, karyanya lebih mudah diakses oleh siapa pun karena dibuat dalam bentuk sebuah aplikasi augmented reality.
Melalui aplikasi yang ia namakan Wunderkammer, sang seniman ‘membawa’ objek alam seperti matahari, batu-batuan luar angkasa, hingga burung puffin yang sudah terancam punah langsung ke rumah setiap penikmatnya. Gagasan akan seni rupa virtual semacam ini merupakan bentuk respon Olafur terhadap imbauan agar masyarakat tetap di rumah demi menekan laju penyebaran COVID-19. Meski di rumah saja, ia ingin agar penikmat seninya tetap peka dengan isu alam dan bisa membawa pengalaman luar ruang ke dalam rumah mereka.
Judul proyek Wunderkammer sendiri diambil dari istilah dalam Bahasa Jerman yang bermakna lemari berisikan barang-barang unik dan ajaib – sebuah tren pada pertengahan abad 16 di Eropa di mana masyarakatnya gemar mengoleksi objek-objek eksotis. Sesuai dengan namanya, Olafur memilih objek-objek alam yang eksotis yang seringkali terlupakan oleh kita semua.
Wunderkammer merupakan kolaborasi antara Olafur Eliasson dengan Acute Art, sebuah studio produksi virtual dan augmented reality yang mengkhususkan diri dalam membuat karya seni digital. Rencananya karya Olafur ini akan terus diperbaharui dengan konten-konten yang lebih beragam lagi di masa mendatang. Direktur Acute Art, Daniel Birnbaum, berharap proyek ini menjadi permulaan untuk mendemokratisasi karya seni agar dapat dinikmati lebih banyak orang di mana pun dan kapan pun yang dapat terwujud melalui teknologi VR dan AR.