Neuralink: Terobosan Atau Sekadar Gimmick?

Disrupto-Article33-Neuralink.jpg

Jumat lalu, CEO dari SpaceX dan Tesla, Elon Musk mendemonstrasikan proses penyambungan antara otak dengan komputer lewat sebuah prototipe alat penghubung yang dikembangkan oleh perusahaan miliknya yang bernama Neuralink.

Demonstrasi tersebut melibatkan tiga ekor babi di mana hanya salah satunya yang ditanamkan alat Neuralink pada otaknya. Dalam kesempatan tersebut, Elon mengklaim bahwa Neuralink akan dapat menyembuhkan kebutaan dan kelumpuhan suatu hari nanti selain dapat digunakan sebagai alat hiburan, seperti yang dilaporkan oleh MIT Technology Review.

Elon sebelum juga pernah menyampaikan klaim-klaim kontroversial seperti Neuralink dapat “memecahkan masalah” autisme, dapat digunakan untuk bermain video game, hingga untuk menyalakan mobil Tesla.

Namun sesungguhnya sebelum itu semua dapat terwujud, masih butuh banyak studi sains dan medis mengenai bagaimana menyambungkan otak manusia dengan komputer. Seperti klaim lain dari Elon bahwa Neuralink dapat melubangi dan menanam kabel berukuran sangat kecil ke dalam otak, berdasarkan riset, implan syaraf cenderung mematikan sel otak di sekelilingnya dan menyebabkan kerusakan lebih jauh.

Di samping kurangnya bukti-bukti ilmiah bahwa Neuralink dapat berjalan sesuai klaim Elon, MIT Tech Review melaporkan bahwa penggunaan alat pada babi seperti yang dipertunjukkan pada demonstrasi tersebut menggunakan teknologi lama yang telah berusia puluhan tahun. Dalam demonstrasi tersebut, mesin memainkan bunyi-bunyian sebagai tanda bahwa alat tersebut merekam sinyal otak. Sayangnya, percobaan semacam ini bukanlah terobosan baru karena telah dilakukan oleh ilmuwan pada manusia di laboratorium sejak… 1920.

Previous
Previous

AirAsia Segera Bersaing Dengan GoJek dan Grab

Next
Next

Penemuan 50 Planet Baru Melalui Algoritma