Korea Selatan Ciptakan Matahari Buatan Yang Lebih Panas

Oleh Disrupto

Oleh Disrupto

Matahari buatan adalah salah satu produk hasil inovasi dari teknologi nuklir yang saat ini sedang dikembangkan. Salah satu negara yang sudah berhasil membuat matahari buatan adalah Korea Selatan.

Matahari buatan yang telah dibuat oleh Korea Selatan disebut memiliki temperatur lebih tinggi dari matahari asli. Ini menjadi salah satu rekor baru dari alat fusi yang banyak dikembangkan saat ini. Para ilmuwan dari KSTAR baru saja memecahkan rekor baru dalam high-temperature sustained plasma. Mereka berhasil mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik dengan suhu ion diatas 100 juta celcius.

Ini adalah pencapaian yang cukup penting untuk membangun teknologi yang akan mendukung reactor fusi nuklir secara komersial di masa depan. Tim dari KSTAR melakukan percobaan kepada 110 plasma dengan tujuan untuk berhasil membuat alat tersebut berfungsi secara berkelanjutan selama 300 detik dengan temperatur ion lebih dari 100 juta derajat di tahun 2025.

KSTAR yang adalah singkatan dari Korea Superconducting Tokamak Advanced Research adalah sebuah reactor fusi yang juga disebut sebagai matahari buatan asal Korea. Tokamak adalah alat yang menggunakan kekuatan magnetic yang cukup kuat untuk memproduksi daya fusi termonuklir terkontrol.

Kalau dilihat kembali, pengembangan KSTAR ini menjadi sebuah proyek yang cukup panjang. Pada tahun 2019, para ilmuwan memperpanjang waktu operasi yang semula 8 detik dari plasma KSTAR tersebut. Pada tahun 2018, KSTAR berhasil mencapai temperatur 100 juta celcius. Pada tahun tersebut, temperature ini tercapai pada awalnya hanya bertahan pada 1,5 detik saja dimana pada saat itu perangkat fusi lain sudah mencapai 100 juta celcius. Namun tidak ada dari sekian perangkat tersebut yang dapat mengoperasikan alat tersebut dengan temperatur 100 derajat untuk 10 detik.

Namun pada percobaan yang dilakukan pada tahun 2020 lalu, KSTAR meningkatkan kinerja mode penghalang transportasi internal atau yang disebut ITB. Peningkatan ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengatasi batasan dari operasi suhu tinggi tersebut. Untuk menciptakan kembali reaksi fusi yang sama seperti di Bumi, isotope dari hydrogen harus ditempatkan dalam perangkat fusi seperti KSTAR. Perangkat fusi ini akan menciptakan keadaan plasma dimana ion dan electron dapat dipisahkan. Tentunya, ion juga harus dipanaskan serta suhunya dipertahankan.

Tenaga listrik dihasilkan oleh panel surya dari sinar matahari yang kuat. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa mencapai temparatur matahari yang sama disetiap negara adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Ini menjadi alasan banyak negara yang mulai mencari solusi untuk menemukan energi alternatif. Dengan adanya KSTAR ini, tentunya bisa menjadi solusi dari permasalahan pembangkit tenaga listrik yang dialami oleh beberapa negara.  

Previous
Previous

Roket Dengan Biofuel Pertama Kali Diluncurkan

Next
Next

Korea Kembangkan Panel Surya Untuk Isi Daya Smartphone