Dunia eSports Sedang Melambung, Minat Bergabung?
Ilustrasi oleh Disrupto
Meningkatnya penggunaan internet di saat pandemi menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan eSports di Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah turnamen eSports terbanyak di Asia Tenggara dengan jumlah hadiah yang ditawarkan naik 224%. Jika melihat dari aspek pendapatan dari bidang eSports, di tahun 2020 Asia menghasilkan kurang lebih 48 milyar Dolar AS. Di tahun 2024, pendapatan tersebut diprediksi akan naik dua kali lipat dengan terlibatnya negara-negara di Asia Tenggara lebih aktif. Jika dilihat dari segi pasar Asia, Indonesia memang masih berada di bawah Cina, India, Korea dan Jepang. Indonesia masih terhitung baru berkontribusi dalam eSports. Namun, Indonesia kini sudah didukung oleh pemerintah untuk memperkuat keberadaannya sehingga berpeluang besar untuk maju.
Kiat-kiat Menjadi Atlet eSports
Menurut Dennis Adishwara, Co-founder dari Great Battle Hunter Esports, untuk menjadi seorang atlet eSports pada dasarnya sama seperti atlet olahraga lainnya. Dalam eSports, para pemain akan dipacu dalam permainan yang menguji kemampuan fokus, ketangkasan multitasking, serta bekerja sama antar tim. Oleh sebab itu, seorang atlet eSports pun tetap harus melatih fisik sebelum bertanding. Minimal latihan kardio dan angkat beban.
Sementara itu, untuk menjadi seorang atlet eSports di masa sekarang ini sangatlah mudah. Pemain dapat mencari anggota tim, 3-5 orang, mengikuti lomba, mengumpulkan awareness, dan kredibilitas. Namun utamanya untuk menjadi seorang atlet eSports, pemain harus (1) menyukai permainan yang sering menjadi kompetisi, dan (2) memiliki sikap yang baik, tidak sombong serta memiliki kecenderungan untuk menjatuhkan lawan dengan cara yang tidak sepantasnya seperti mengejek lawan saat permainan.
Photo by Alexander Kovalev from Pexels
Cara Memilih Tim eSports
Untuk membentuk sebuah tim eSports yang hendak menjadi pemain pro, Dennis memiliki tiga poin penting yang harus diperhatikan. Pertama, memilih pemain yang tidak baru bermain. Paling tidak sudah aktif selama satu tahun terakhir dan pernah memenangkan kompetisi tingkat lokal yang cukup bergengsi. Kedua, memiliki sikap yang baik, mau diajak bekerja sama dan tidak ingin terkenal cepat. Dennis mengamati bahwa masih banyak pemain game online yang hendak bergabung dalam eSports karena ingin terkenal cepat. Padahal dalam bidan eSports, para pemain tetap butuh latihan untuk bersaing sebab banyak orang yang mungkin menggantikan posisinya. Terakhir, pemain game yang berniat menjadi atlet eSports harus memahami bahwa di masa depan tidak bisa mengandalkan hidup dari eSports saja. Tidak bisa mengandalkan hadiah dari turnamen dan gaji.
Memulai Bisnis eSports
Karena tidak bisa mengandalkan penghasilan bulanan dan hadiah dari kompetisi saja, seorang atlet eSports harus mulai memikirkan dari awal untuk membangun bisnis eSports jika mau terus berada dalam industri ini. “Pada dasarnya ada tiga pilar yang harus diperhatikan pebisnis eSports yaitu: menjadi inspirasi, membangun komunitas yang solid dan berkembang, serta menciptakan hasil bisnis dari ekspansi merek eSports”, jelas Dennis.
Sebuah tim eSports hendaknya harus bisa memberikan inspirasi pada para penggemar dan penonton. Mirip seperti tim sepak bola di mana tiap pemain menjadi inspirasi para penonton dan penggemarnya. Seorang atlet harus dapat mempertahankan prestasi, mempertahankan reputasi sekalipun di luar pertandingan, serta terlibat dalam acara-acara sosial untuk membangun citra yang baik. Kemudian, sebuah tim eSports juga harus berupaya membangun komunitas, terutama fanbase. Komunikasi dan keterlibatan harus dipupuk secara reguler dengan cara membuat acara berkumpul bersama, contohnya.
Terakhir, sebuah tim eSports yang berkembang, telah menjadi inspirasi dan punya fanbase yang kuat, harus bisa berdiri sendiri secara ekonomi. Tim tersebut bisa menjadi brand yang berupa produk dan jasa yang memiliki nilai jual. Contohnya menghasilkan merchandise yang membubuhkan logo mereka. Jika mau lebih besar lagi, sebuah tim bisa mempertimbangkan untuk masuk ke bisnis lainnya seperti F&B dengan membuat restoran dengan tema tim eSports mereka. Apabila mau masuk ke dalam dunia properti, mereka bisa menjajal untuk masuk ke perhotelan dengan membangun hotel bertema eSports. Pasar yang sudah mereka bangun dari komunitas dan fanbase sudah menjadi pasar utama mereka. Sementara para atlet tim adalah konten yang dapat terus diolah untuk ekspansi bisnis.