Dukung Mobilitas Elektrik, Detroit Kembangkan Jalanan Wireless Charging

Ilustrasi oleh Disrupto

Perkembangan teknologi kendaraan listrik belum pernah sepesat ini. Elektrifikasi kendaraan dipercaya dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak buruk aktivitas manusia terhadap alam. Baterai yang semakin hari semakin canggih, memungkinkan kendaraan listrik untuk mencapai jarak tempuh yang lebih jauh. Lucid Air menjadi mobil listrik dengan jarak tempuh terjauh saat ini. Mobil tersebut diklaim dapat berjalan hingga 512 Mil (823 kilometer) dalam satu kali charge. Tentu sudah lebih cukup untuk kegiatan sehari-hari, tapi belum cukup untuk membuat beberapa orang percaya bahwa elektrifikasi adalah solusi terbaik dapur pacu kendaraan di masa depan. Memang, terkadang infrastruktur yang belum mendukung dan bayangan akan waktu yang diperlukan untuk mengisi kembali baterai kerap menjadi alasan mengapa EV belum dilirik sebagian orang, dua masalah yang ingin dipecahkan oleh pemerintah Kota Detroit, Michigan, Amerika Serikat.

ERS

Detroit berencana akan menyematkan teknologi wireless inductive charging kepada jalanan di kotanya. Teknologi ini memungkinkan pengguna kendaraan listrik untuk mengisi daya ketika melintas diatasnya. Proyek yang disebut Electric Road System (ERS) ini menggunakan kumparan yang ditanam di jalanan untuk menyalurkan energi magnetis ke perangkat penerima yang dipasang di bawah kendaraan listrik. Energi itu kemudian digunakan untuk mengisi baterai kendaraan, baik dalam keadaan diam maupun dalam keadaan berjalan sekalipun. Sistem ini membutuhkan pengemudi untuk mengakses layanan melalui aplikasi khusus yang bisa diunduh dengan smartphone.  Sebenarnya, Pengisian induktif elektromagnetik seperti ini bukanlah teknologi baru. Bahkan sudah sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari dalam bentuk wireless charger untuk kebanyakan gadget keluaran terbaru. 

Pertama di Amerika

Penerapan Teknologi ini merupakan yang pertama di Amerika. Walaupun beberapa negara bagian lain juga sudah bereksperimen dengan teknologi ini, tetapi hanya di jalur pengujian atau di fasilitas swasta, bukan di jalan umum. Dalam proyek ini, pemerintah Michigan bermitra dengan Electreon, sebuah perusahaan asal Israel yang mengembangkan infrastruktur pengisian daya nirkabel. Uji coba ERS akan dimulai pada musim gugur 2023 pada bentangan jalan sepanjang 400 meter di dekat Michigan Central Station. Nantinya, wilayah tersebut akan menjadi percontohan dalam pengembangan teknologi ini dan akan dilengkapi dengan angkutan umum yang dapat memanfaatkan ERS sebagai sumber daya. ERS diharapkan dapat memperluas jangkauan baterai kendaraan listrik, mengurangi waktu menunggu yang diperlukan untuk mengisi ulang baterai dan memungkinkan elektrifikasi kendaraan angkut barang tanpa harus menggunakan baterai besar yang mahal.

Previous
Previous

Pengobatan Penyakit Otak Menggunakan Robot Mikro

Next
Next

Baterai Pasir, Solusi Penyimpanan Energi Terbarukan