Green Premium, Solusi Ampuh Atasi Pemanasan Global?

Ilustrasi oleh Disrupto

Masalah pemanasan global telah menjadi wacana sejak lama. Sayangnya, belum ada solusi yang benar-benar ampuh untuk mengurangi dampak dari masalah tersebut. Yang perlu dilakukan sebenarnya adalah bagaimana menghadirkan teknologi ramah lingkungan yang dapat menghasilkan produk atau layanan bebas jejak karbon agar dapat mengurangi karbon penyumbang pemanasan global. Inilah kemudian yang merujuk kepada terminologi Green Premium yang dipercaya bisa jadi solusi untuk mewujudkan gaya hidup lebih hijau. Secara sederhana, Green Premium merupakan biaya tambahan yang harus dibayar individu atau kelompok jika memilih produk atau layanan ramah lingkungan untuk mengantisipasi terjadinya pemanasan global yang lebih buruk.

Produk atau Layanan Ramah Lingkungan Lebih Mahal

Sampai saat ini, produk atau layanan yang menggunakan teknologi “hijau” masih dibandrol dengan harga yang lebih mahal. Harga burger plant-based, misalnya, lebih mahal dari pada harga burger daging biasa. Akan tetapi, jika kita melihat dampaknya justru harga burger plant-based sebenarnya lebih murah ketimbang biaya yang harus kita bayar jika nantinya terjadi dampak pemanasan global yang lebih parah seperti berkurangnya bahan pangan, dan sebagainya. 

Foto kredit: Lisa Fotios

Lebih Banyak Inovasi Teknologi Hijau Menurunkan Harga Premi Hijau

Semakin banyaknya inovasi teknologi hijau, harga yang harus dibayar untuk menikmati produk atau layanan bebas jejak karbon dapat mengalami penurunan. Ini berarti bahwa produksi dengan teknologi hijau digunakan secara massal sehingga menurunkan harga sebuah produk atau layanan ramah lingkungan. Terlebih lagi, dengan semakin banyaknya inovasi masyarakat sekaligus memiliki pilihan lebih banyak untuk memiliki akses terhadap produk dan layanan ramah lingkungan.

Seluruh Lapisan Masyarakat Berkontribusi Mewujudkan Produk Bebas Jejak Karbon

Berdasarkan Breakthrough Energy, seluruh lapisan masyarakat berperan dalam percepatan transisi gaya hidup tanpa karbon. Pertama, tentunya peran pemerintah adalah yang utama dalam membuat dan melakukan eksekusi kebijakan layanan dan produk ramah lingkungan. Regulasi sangat diperlukan untuk mempercepat inovasi produk-produk hijau dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini terutama berkaitan dengan regulasi harga sehingga seluruh kelas sosial masyarakat dapat menikmatinya.

Kedua, perusahaan merupakan lapisan kedua setelah pemerintah yang dapat mengurangi jejak karbon dengan memilih untuk beralih menggunakan teknologi ramah lingkungan. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan dapat menyebarluaskan produk dan layanan tanpa jejak karbon kepada masyarakat. Pihak terakhir yang berkontribusi dalam percepatan transisi gaya hidup hijau adalah individu. Apabila merujuk pada ilmu ekonomi, semakin meningkatnya permintaan akan satu produk atau jasa, maka produksi pun akan meningkat. Jadi, semakin banyak individu yang memilih untuk mengonsumsi produk atau layanan ramah lingkungan, pihak perusahaan sebagai produsen akan meningkatkan produksi. 

Previous
Previous

Teknologi Graph Dukung Kemajuan Bisnis Digital

Next
Next

Earthships: Gaya Arsitektur Untuk Rumah Ramah Lingkungan