Disrupto Deep Dive: Into The Metaverse “Mengenal Metaverse”

Ilustrasi oleh Disrupto

Istilah metaverse memang marak kita jumpai akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, sang raksasa media sosial, Facebook, belum lama ini secara resmi mengganti nama perusahaan mereka menjadi “Meta” demi menunjukan minat mereka dalam pengembangan metaverse. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang masih belum memahami apa itu metaverse. Disinyalir akan merevolusi bagaimana cara kita menggunakan internet, metaverse akan menjadi bagian dari perubahan Web 2.0 menjadi Web 3.0. Dengan menggunakan teknologi VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality), metaverse memberikan pengalaman yang lebih imersif dalam menjelajahi Internet. 

Pengalaman Digital Imersif

Pada dasarnya Metaverse merupakan ruang virtual 3D di internet yang dapat digunakan bersama untuk berinteraksi. Di dalam metaverse, para penggunanya akan diwakilkan oleh avatar dan dapat berinteraksi dengan lingkungan, objek, dan orang lain, tanpa memperdulikan dimanapun mereka berada di dunia nyata. Metaverse bukan hanya satu jenis pengalaman. Melainkan rangkaian pengalaman digital imersif yang akan tersedia bagi pengguna di masa depan yang akan memungkinkan mereka untuk terlibat dalam berbagai aktivitas yang berbeda di ruang digital sepenuhnya.

Sejak Tahun 1992

Walaupun baru ramai dibicarakan akhir-akhir ini, istilah metaverse sudah ada sejak tahun 1992. Digunakan oleh penulis novel Neal Stephenson dalam novelnya “Snow Crash”, Stephenson menjelaskan metaverse sebagai tempat virtual di mana orang berinteraksi dengan avatar digital. Neal pada dasarnya menggabungkan "meta" dan "alam semesta" untuk sampai pada istilah "metaverse". Lanjut ke tahun 2021, istilah metaverse mulai jamak kita temui. Sebagian besar disebabkan oleh gebrakan yang dilakukan CEO Facebook, Mark Zuckerberg pada saat ia mengganti nama Facebook menjadi Meta.

Metaverse Saat Ini

Saat ini ada lebih dari 100 perusahaan yang sedang mengembangkan metaverse. Microsoft, Apple, Nvidia, Meta, adalah sebagian dari perusahaan yang pada saat ini gencar mengembangkan metaverse. Namun ada juga perusahaan yang sudah lebih dulu menyediakan pengalaman metaverse seperti Decentraland, The Sandbox, dan Roblox. Sejauh ini sebagian besar kegiatan di metaverse masih bersifat sebagai hiburan, namun kedepannya tidak menutup kemungkinan metaverse akan digunakan untuk kegiatan yang bersifat formal seperti kegiatan pemerintahan, bisnis, perbankan, dan masih banyak lagi.

Previous
Previous

Gausah Nunjukin KTP! ID Digital Isi Persyaratan Nonton Film di Bioskop

Next
Next

Sheryl Sandberg, 14 Tahun Perjalanan Membangun Facebook