Musisi Akon Segera Wujudkan “Wakanda”

D-Journal-55-Akon City-01.jpg

Musisi Amerika berdarah Senegal, Akon, baru saja mengumumkan rencananya untuk membangun sebuah kota futuristik di tanah kelahirannya di Senegal yang serupa dengan Wakanda. Seperti yang kita ketahui bersama, Wakanda merupakan kota fiksi di pedalaman Afrika dengan teknologi maju yang muncul dari film garapan Marvel Studio, Black Panther.

Kota seluas 800 hektar yang saat ini secara tentatif diberi nama Akon City akan digerakan oleh tenaga surya sepenuhnya. Untuk membangunnya, sang musisi telah didukung penuh oleh pemerintah Senegal dan juga beberapa investor yang tidak disebutkan namanya sejak 2018.

Senin pekan lalu (31/08/2020), Akon yang bernama asli Aliaune Thiam bersama Menteri Pariwisata Alioune Sarr telah mengumumkan peletakkan batu pertama untuk kota tersebut di Mbodiène, sebuah desa tepi pantai sekitar 100 km dari ibukota Senegal, Dakar.

Ilustrasi Akon City. Image Courtesy of Hussein Bakri/BAD Consultant/Semer Group

Ilustrasi Akon City. Image Courtesy of Hussein Bakri/BAD Consultant/Semer Group

Dari gambar dan laporan yang dirilis, Akon City akan dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, studio musik, dan resor wisata yang ramah lingkungan. Rencananya juga, kota tersebut akan menggunakan mata uang kripto bernama Akoin yang akan berlaku untuk semua transaksi di dalam Akon City.

Menteri Alouine Sarr mengatakan bahwa peluncuran Akon City ada pada waktu yang tepat di mana investasi swasta di bagian barat Afrika sangat dibutuhkan menyusul kemerosotan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Akon menambahkan bahwa kota masa depan yang dibangun dengan investasi 6 miliar Dolar Amerika ini akan memberikan kesempatan bagi masyarakat Senegal dan hunian alternatif bagi warga Afrika-Amerika yang menghadapi diskriminasi ras.

“Sistem di Amerika memperlakukan mereka (warga Afrika-Amerika) secara tidak adil dalam banyak hal yang tidak bisa dibayangkan,” ujarnya. “Dan mereka menerimanya karena tidak ada pilihan lain. Jika kalian datang dari Amerika atau Eropa atau belahan dunia lainnya sebagai diaspora Afrika dan ingin kembali ke Afrika, kami ingin Senegal menjadi pemberhentian pertama kalian.”

Berdasarkan konsultan teknis KE International yang telah ditunjuk sebagai kontraktor, Akon City akan menjadi paradigma baru untuk desain dan arsitektur di benua Afrika.

Ilustrasi Akon City. Image Courtesy of Hussein Bakri/BAD Consultant/Semer Group

Ilustrasi Akon City. Image Courtesy of Hussein Bakri/BAD Consultant/Semer Group

Rencananya, proyek ambisius Akon City akan dilanjutkan ke dalam sistem franchise untuk mereplikasi kota pintar ini di negara-negara lain seperti yang dilakukan oleh Mwale Medical dengan skema Technological City di Kenya.

Meski begitu, rencana ini bukan berjalan tanpa hambatan. Mata uang kripto Akoin yang bergantung pada penggunaan ponsel dipertanyakan efektivitasnya mengingat harga paket data relatif mahal bagi kebanyakan warga di negara-negara Afrika yang berpenghasilan rendah. Selain itu, hanya 1/3 penduduk Senegal yang telah memiliki ponsel, berdasarkan penelitian Pew Research Centre.

Pengerjaan kota ini rencananya akan dimulai awal tahun depan dan penyelesaian fase pertama diprediksi pada 2023. Awalnya kota ini hanya akan meliputi 55 hektar namun direncanakan untuk berkembang hingga 800 hektar pada 2030 dengan tambahan pembangunan pulau-pulau buatan dan marina yang mampu menampung kapal pesiar mewah.

Previous
Previous

Mitos Terkait Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi

Next
Next

Pertemuan Seni Dengan Teknologi Dalam Ars Electronica Festival 2020