Seorang Arkeolog Memburu DNA Penyakit Zaman Prasejarah

Ilustrasi oleh Disrupto

Ilustrasi oleh Disrupto

Riaan Rifkin adalah seorang arkeolog yang kini sedang gencar memburu DNA penyakit pada zaman prasejarah. Ternyata, penemuan ini bukan terjadi secara tidak sengaja. Sejak remaja, Riaan Rifkin memang sudah ketagihan untuk menjelajahi teman-tempat pada zaman prasejarah.

Semua berawal ketika ia remaja, Rifkin menghabiskan liburannya untuk menjelajahi pemukiman zaman besi yang dekat dengan rumahnya di Pretoria, Afrika Selatan.  Hal ini membuat Rifkin tertantang untuk mencari artefak yang lebih kecil lagi dari kehidupan zaman prasejarah : DNA Patogen Kuno.

uap.ac.za

uap.ac.za

“Bayangkan seseorang tinggal di gua selama 5 tahun atau bahkan 100 tahun yang lalu. Tidak pernah menyapu debu atau menyedot debu di dalamnya. Segala kegiatan yang dilakukan di dalam gua tersebut. Akan ada potongan DNA dari aktivitas yang sehari-hari dilakukan di dalam sedimen.” Kata Rifkin yang dilansir dari National Geographic.

Dengan munculnya masa pertanian dan juga peternakan, tentukan penduduk zaman besi menyaksikan munculnya penyakit seperti misalnya campak yang dapat menyebar dalam kerumunan. Penyakit lainnya juga ada seperti malaria yang ditularkan oleh nyamuk, sudah ada sebelum pemukiman manusia. Menurut Rafkin, dengan mempelajari asal muasal penyakit ini dapat membantu untuk mencegah dan mengobatinya dikemdian hari.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, disebut manusia purba belajar untuk memerangi penyakit pada zaman mereka hidup. Sekitar 50.000 tahun yang lalu, penghuni gua tidur di rerumputan aromatik yang sifat insektisidanya mencegah kutu. Selain itu, orang-orang pada zaman purba juga belajar memindahkan pemukiman setiap beberapa minggu untuk menghindari hama pembawa penyakit untuk berkumpul.

Riaan Rifkin mengklaim saat diwawancarai National Geographic bahwa kini ia telah berhasil merekontroksi genom bakteri purba yang berasal dari sekitar 2.500 tahun yang lalu di Afrika Selatan.

"Saya pikir dalam satu dekade atau lebih, kita akan dapat mendorong ini lebih jauh dan lebih jauh." Tambah Riaan Rifkin.

Previous
Previous

Jurassic Park Segera Hadir di Indonesia

Next
Next

Bioskop Tak Kunjung Dibuka, OTT Menjadi Alternatif