Aspal Dari Sampah Plastik
Sampah plastik menjadi persoalan pelik yang hingga kini belum ditemukan solusinya. Jumlahnya yang terus meningkat memaksa berbagai sektor untuk berpikir ulang mengenai bagaimana mengolah kembali limbah-limbah plastik yang dihasilkan. Baru-baru ini Universitas Indonesia (UI) mencoba melakukan sebuah inovasi dalam memanfaatkan sampah plastik dan mengolahnya menjadi aspal. Inovasi aspal dari sampah plastik multilayer ini digarap UI bersama dengan PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT. Samudera Montaz, dan perusahaan konstruksi Wasco Indonesia. Hingga saat ini, baru ada satu jalan yakni Jalan Prof. Dr. Sumitro Djoyohadikusumo seluas 241 meter persegi di kompleks kampus UI Depok yang diaspal menggunakan material tersebut.
Proyek ini merupakan proyek percontohan pemanfaatan limbah plastik bernilai rendah sebagai campuran aspal dengan menggunakan 75 kilogram sampah plastik berupa limbah kemasan mie instan. Ahli teknologi polimer dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik UI (DTMM-FTUI), Dr. Mochamad Chalid, mengatakan bahwa daur ulang limbah plastik bernilai rendah sebagai bahan campuran aspal merupakan solusi efektif dan berdaya guna bagi permasalah tumpukan limbah plastik yang telah menjadi masalah lingkungan di Indonesia. "Pada sisi lain, hal ini mampu meningkatkan kualitas aspal," kata Chalid. Dengan komposisi yang ideal, disebutkan Chalid bahwa penambahan sampah plastik ke dalam campuran aspal dapat meningkatkan kualitas stabilitas jalan hingga 40 persen sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh tim peneliti UI, perusahaan konstruksi Wasco, dan PT. Chandra Asri Petrochemical. "Dengan demikian, kualitas jalan akan menjadi lebih kuat dan tahan lama, sehingga berpotensi menghemat biaya perawatan jalan," ujarnya.
Sampah plastik yang digunakan dalam proyek ini merupakan bungkus mie instan berbahan polietilena dan polipropilena yang berasal dari limbah PT. Samudera Montaz. Plastik-plastik tersebut dicacah terlebih dahulu sebelum selanjutnya dijadikan campuran aspal. Kepala Badan Kerjasama, Ventura dan Digital UI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi DEA menyampaikan bahwa kolaborasi ini selaras dengan semangat UI untuk melestarikan lingkungan, salah satunya dengan mendaur ulang dan memanfaatkan limbah plastik sebagai solusi yang optimal. "Jika ujicoba ini berhasil, maka ke depannya. kompleks kampus UI akan kembali memanfaatkan aspal plastik," ujarnya.